Image of Seribu Wajah Ayah

Text

Seribu Wajah Ayah



Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wajah yang ia sembunyikan di hadapanmu. Juga, yang tak benar-benar kamu perhatikan karena kamu terlalu asyik dan sibuk dengan duniamu. Ada sesal di sana, tentang ketulusan yang kamu campakkan. Tentang rindu yang dibawa pergi. Tentang budi yang tak sempat—dan memang tak akan pernah—terbalas. Seribu wajah ayah sekalipun yang kamu kenang dan ratapi malam ini, tak ‘kan pernah mengembalikannya.


Ketersediaan

I0385I899 NUR sMy LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
899 NUR s
Penerbit Kompas Gramedia : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
134 hal.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786020522678
Klasifikasi
899
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 10
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog