Image of Asmaradana
Text

Asmaradana

Sinopsis / Abstrak
Setelah kumpulan sajak parikesit(1971)dan interlude(1973)orang mengira bahwa Goenawan Mohamad tidak menulis sajak dan menerbitkan kumpulan sajak lagi. Perkiraan ini ternyata meleset. Setelah tahun 1973, Goenawan masih terus menulis sajak-sajak sesudah tahun 1973 (ditambah dengan sajak-sajak tahun 60-an) itulah yang dihimpun dalam Asmaradana ini.

Goenawan Mohammad adalah salah seorang penyair kuat Indonesia pada saat ini. Dalam buku sastra Indonesia medern II(1989),A. Teeuw menulis mengenai Goenawan:"sajaknya, pada satu pihak, mmiliki watak renungan yang sangat menarik, kaya dengan pemikiran dan khas hasil karywa seorang cendikiawan; dan pada pihak lain juga tidak kurang jelasnnya pula watak seimboliknnya"

Dalam Asmaradana ini, kita dapat mengikuti perkembangan dan perjalanan kepenyairan Goenawan MOhammad daat kurun waktu 30 tahun, 1961-1991. Sebuah kumpulan sastra yang patut dimiliki pecinta dan pengamat sastra indonesia

Ketersediaan

I0211I808 MOH alocation_nameTersedia - item_status_name

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil 808 MOH a
Penerbit PT Gramedia Pustaka : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
808
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Ed.1 - Cet.1
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain



Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog